Selasa, 09 Februari 2010

Kita ini "Bangsa Mentah"

Entah ini benar atau tidak, tapi ini yang aku rasakan ketika melihat bangsaku sendiri dan membandingkannya dengan negara lain. Aku menuliskan ini agar bisa mengintrospeksi diri saya dan orang lain yang membaca agar sadar bahwa negara kita ini memang belum merdeka 100%, belum bisa berdiri dengan kaki kita sendiri.

Saya sudah beberapa kali melihat seminar-seminar yang mengundang orang asing terutama China dan Jepang. Saya mengamati perkembangan negara mereka yang luar biasa. Jepang dengan semangat bushido ala samurai berhasil menjadi salah satu raksasa dunia. Disusul china dengan falsafah-falsafah china berhasil menjadi salah satu raksasa ekonomi asia.

Bagaimana dengan kita?Inilah yang saya pikirkan ketika mengikuti seminar-seminar tersebut. Pertama, kita ini adalah "bangsa mentah", kita mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah dan mengekspor dalam jumlah banyak namun masih bahan "mentah". Bagaimanapun juga, nilai bahan mentah adalah lebih rendah dalam industri, kemudian kita mengimpor barang jadi yang lebih tinggi nilainya. Ironi, kita mengekspor barang mentah harga rendah, dan mengimpor barang jadi yang lebih mahal, kita pastinya merugi.

Kedua, bagaimana permasalahan pertama itu bisa terjadi?. Masalah pendidikan?bisa saja itu problemnya. Namun selain itu adalah karena semangat dan determinasi sebagian besar orang Indonesia yang kurang. Sebagian besar orang Indonesia kurang mau berpikir bagaimana caranya untuk memperbaiki hidup mereka dan generasi mereka selanjutnya, yang penting bisa bertahan hidup, makan dan punya anak. Nasionalisme dan rela berkorban juga harus tertanam dalam sanubari tiap warga Indonesia. Dan kreatifitas untuk membuat sesuatu yang baru, yang dapat memperbaiki hidup kita. Banyak orang luar yang mengatakan kita ini bagus dalam teori namun sedikit kreatifitas dalam aplikasinya.

Lihatlah bagaimana orang Jepang dalam membangun negara. Mereka yang minim sumber daya alam, berhasil menjadi negara maju dengan potensi sumber daya manusianya. Hal ini berkebalikan dengan Indonesia kita tercinta, jika suatu saat sumber daya alam kita ini habis, maka apa yang dapat kita andalkan?sumber daya manusia Indonesia pun masih kurang berkualitas, bagaimana Indonesia dapat bertahan?. Orang Jepang dengan semangat Bushido ala samurai, Indonesia juga punya Pancasila sebagai landasan luhur pembangunan negara. Jadi untuk memperbaiki Indonesia kita tercinta, kita perlu menanamkan semangat 45 dan Pancasila, nasionalisme dan rela berkorban, serta kreatifitas dan determinasi kepada setiap benak warga Indonesia. Dengan SDA yang melimpah dan ditunjang SDM yang mumpuni, maka saya yakin kita bisa mengalahkan raksasa dunia seperti Amerika, China, Jepang, India, Eropa. Bangunkan kembali harimau dari tidurnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Translate

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator

Site Info

Web Counter
Hit Counter Powered by  MyPagerank.Net

Kumpul Blogger Advertising


Masukkan Code ini K1-YY1D5Y-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
http://www.ipnow.org/images/1/98FB98/000080/newmyinfo.jpg