Selasa, 09 Februari 2010

Bushido - The Way of Japanese Samurai

Jepang yang modern tidak dapat dipisahkan dari sejarah kebangkitan bangsanya dari keterpurukan akibat pergulatan kekuasaan hingga tahun 1868. ”Restorasi Meiji” adalah titik balik dalam sejarah agung bangsa Jepang setelah menghadapi problema dalam berbagai bidang kehidupan. Sejak saat itulah, kesadaran mulai dirasakan, adanya kekuatan-kekuatan besar di luar mereka yang kemudian menggerakkan bergulirnya modernisasi. Restorasi Meiji merupakan usaha besar Kaisar Meiji untuk menciptakan Jepang yang baru, yaitu transformasi dari negara terisolasi dan miskin menjadi negara modern dan eksis dalam kancah internasional. Hal ini kemudian terealisasi di abad dua puluh. Salah satu kepribadian bangsa Jepang yang berhasil mengawal dalam proses transformasi adalah karakter-karakter yang bersumber dari semangat bushido. Semangat yang telah menjadi pondasi dasar dan berakar pada bangsanya.

Bushido (Kanji: 武士道 "tatacara ksatria") adalah sebuah kode etik kepahlawanan golongan Samurai dalam feodalisme Jepang. Samurai sendiri adalah sebuah strata sosial penting dalam tatanan masyarakat feodalisme Jepang. Secara resmi, Bushido dikumandangkan dalam bentuk etika sejak zaman Shogun Tokugawa.Makna bushido itu sendiri adalah sikap rela mati negara/kerajaan dan kaisar. Biasanya para samurai dan Shogun rela mempartaruhkan nyawa demi itu,jika ia gagal,ia akan melakukan seppuku (harakiri).Bushido sudah dilakukan pada saat perang dunia II, yaitu menjadi prajurit berani mati.
Bushido sudah dilakukan saat perang dunia II, yaitu menjadi prajurit berani mati ketika mereka kalah dari pertempuran. Bushido atau “jalan hidup Bushi” bersumber dari agama Budha, aliran Zen, kepercayaan Shinto yang menyembah Dewa Matahari dan ajaran Konfusius yang merupakan etika moral kaum samurai telah dikumandangkan pada masa Shogun Tokugawa. Semua ajaran ini menanamkan sikap moral positif seperti keberanian, kehormatan dan harga diri, kesetiaan dan pengendalian diri, kesungguhan, kejujuran, hemat, kemurahan dan kerendahan hati, kesopanan dan keramahtamahan, kerja keras, tidak individualis, tidak egois, bertanggungjawab, bersih hati, harus tahu malu, serta mementingkan hubungan moral antara atasan dengan bawahan, ayah dengan
anak, suami dengan isteri, kakak dengan adik, teman dengan teman. Semangat bushido para samurai dengan pedang-pedangnya ditantang untuk mampu melawan kekuatan bangsa Amerika, Eropa, dan bangsa jenis apapun. Sejak saat itu mereka berpikir untuk bangkit setara dengan bangsa-bangsa asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Translate

English French German Japanese Korean Chinese Russian Spanish
India Saudi Arabia Netherland Portugal Italian Philippines Ukraina Norwegia
Powered by
Widget translator

Site Info

Web Counter
Hit Counter Powered by  MyPagerank.Net

Kumpul Blogger Advertising


Masukkan Code ini K1-YY1D5Y-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
http://www.ipnow.org/images/1/98FB98/000080/newmyinfo.jpg